Pola musim yang relatif stabil memberi ruang perencanaan yang lebih baik. Namun, perubahan iklim global tetap menjadi latar besar yang tak bisa diabaikan. Kesiapsiagaan, adaptasi, dan kolaborasi tetap menjadi kunci menghadapi cuaca yang semakin dinamis.
Bagi Urbie’s, prediksi BMKG ini bisa menjadi panduan penting untuk berbagai sektor kehidupan. Petani dapat menyesuaikan kalender tanam, pemerintah daerah bisa memperkuat kesiapsiagaan bencana, dan masyarakat perkotaan bisa lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem musiman.
Dalam beberapa tahun terakhir, kedua fenomena ini kerap menjadi biang cuaca ekstrem—mulai dari kekeringan panjang hingga hujan berlebih yang memicu banjir dan longsor. Dengan absennya El Niño dan La Niña, pola musim di Indonesia cenderung mengikuti siklus tahunan yang lebih mudah diprediksi.
"Jadi utamanya adalah karena tidak adanya dominasi iklim world-wide seperti El Nino, La Nina, dan IOD sehingga prediksi kami iklim tahun ini standard dan tidak sekering tahun 2023 yang berdampak pada banyak kebakaran hutan dan musim kemarau tahun 2025 cenderung mirip dengan kondisi musim kemarau tahun 2024," kata Ardhasena.
Bahan yang digunakan dalam OMC umumnya adalah natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO). Kedua bahan ini telah melalui kajian ilmiah dan dinyatakan tidak memberikan dampak signifikan terhadap kualitas air maupun ekosistem.
Hi Urbie’s, kabar soal cuaca selalu jadi topik yang dekat dengan keseharian kita—mulai dari banjir di perkotaan, jadwal tanam petani, sampai potensi kebakaran hutan dan lahan.
Pola unik ini membuat wilayah Sumatra utara tetap memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meski kondisi cuaca secara umum tidak terlalu kering. Artinya, kesiapsiagaan tetap diperlukan, terutama di spot yang memiliki lahan gambut dan aktivitas pembukaan Cuaca Hari Ini lahan.
Dalam kondisi ini, angin muson timur membawa hawa panas yang berasal dari gurun Australia. Kemudian angin tersebut bergerak melewati Indonesia sehingga wilayah Nusantara mengalami musim kemarau. Ciri-ciri musim kemarau
Prakiraan diperbarui secara berkala agar seakurat mungkin mencerminkan information product terbaru… Kami terus menyempurnakannya untuk selalu memberikan informasi paling presisi bagi lokasi tersebut.
Musim kemarau adalah salah satu dari dua musim utama yang terjadi di Indonesia, selain musim hujan. Musim ini ditandai dengan berkurangnya curah hujan secara signifikan dalam periode waktu tertentu.
Ini sangat berguna bagi penggemar kegiatan luar ruangan, pelancong, dan siapa saja yang perlu mengetahui cuaca terkini.
BMKG Cuaca Hari Ini juga memperkirakan bahwa durasi musim kemarau 2025 bisa lebih pendek di sejumlah daerah seperti Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian wilayah Sulawesi. Hal ini disebabkan oleh datangnya kemarau yang lebih lambat dan potensi musim hujan yang tiba lebih awal dari biasanya.
BMKG mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti angin Cuaca Hari Ini kencang atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang masih mungkin terjadi meski curah hujan belum sepenuhnya hilang.
Selain itu, vegetasi seperti rumput dan daun-daun pohon bisa menguning atau rontok karena kekurangan air. Kebakaran hutan dan lahan juga sering terjadi pada musim ini, terutama di daerah dengan banyak lahan gambut.
Kondisi ini berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya ketika sejumlah wilayah sempat mengalami kekeringan meteorologis berkepanjangan.